Remy? Seketika jantung Nesia menggelepar dan kakinya mendadak lemas karena gemetar. Tangannya juga menjadi berkeringat sehingga membuatnya bingung, harus membuka pintu kamar atau mengabaikan saja panggilan pria itu. Nesia berjalan mondar mandir di dalam kamar itu dalam kebimbangan. Yang membuatnya ragu adalah rasa khawatirnya jika nanti Remy akan melakukan hal yang sama, seperti yang dilakukannya beberapa saat lalu. Dan sungguh, Nesia belum siap mental untuk mendapat perlakuan yang sama hanya dalam hitungan menit. Nesia terlalu shock dengan apa yang baru saja dialaminya. Dan kini, haruskah dia menghadapi laki-laki sumber shocknya itu? “Buka pintunya, Nes. Aku mau bicara.” Kembali terdengar suara Remy mengetuk pintu kamar yang Nesia tempati. Nesia semakin gundah, hingga hanya bisa mond

