70. Datang Lagi

1557 Kata

Setiap ada apa pun bukannya membantu, Xevana malah menjadi beban. Suara pintu terbuka mengalihkan perhatian mereka. Xevana segera berdiri memburu kabar dari tabib kerajaan. Mereka sekilas tersenyum pada Xevana. Agak mengerti bagaimana dekatnya hubungan kakak adik tak sedarah itu. Kedua bola mata berkaca-kaca Xevana menangih jawaban hingga mereka tak kuasa ingin segera menjawab. Bagai de javu, Xevana mendengar perkataan para tabib lalu memasuki ruangan di mana lelaki itu terbaring dengan mata terpejam erat. Namun ini lebih melegakan dari keadaan sebelumnya saat Gyusion meringkuk kesakitan. Xevana ingin Gyusion membagi sakitnya kala itu. Apa daya ia hanya bisa menangis. Sungguh melihat orang yang disayang berada dalam kondisi tanpa daya tak ada pikiran lain selain ingin meringankan beban

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN