“Jadi diculiknya Pangeran Gyusion adalah rencana kalian?” Mendadak Harith kehilangan kekuatan pada kakinya. Lututnya tidak sangguh menumpu berat badan. Pernyataan itu bagai petir yang menyambar di atas kepala. Harith tidak ingin mempercayainya begitu saja apalagi yang mengatakan ini adalah orang asing sekaligus musuh terbesar bangsanya. Namun melihat bagaimana reaksi Tirta yang secara tidak langsung mengakui perbuatannya membuat Harith kecewa berat. Mereka terlalu tenggelam dalam percapakan itu tanpa menyadari bahwa di salah satu sudut ruangan dua orang tengah menguping pembicaraan. Air muka keduanya berubah pucat. Terutama Gyusion. Detak jantungnya terasa disentak begitu namanya disebut. “Pangeran Gyusion?” Gyusion tercenung lama. Bertanya-tanya, apa Gyusion yang mereka bicar

