Semua murid di sekolah sihir berubah sikap mengetahui Gyusion akan berhenti belajar bersama mereka dan mendapatkan pelajaran khusus dari petinggi sihir Darkness. Tatapan benci mereka sangat mengganggu. Seperti menjadikan Gyusion sebagai penjahat. Gyusion mengerti mungkin mereka melihat Ratu Alexa hanya memperlakukan berbeda orang-orang tertentu. Gyusion masuk ke dalam deretan orang-orang itu. Namun ini juga bukan keinginan Gyusion. Bahkan ia tidak pernah memaksa supaya bisa disayangi Ratu Alexa. Hanya saja Gyusion merasa kasih sayang Ratu Alexa ini merupakan sebuah kesempatan. Kesempatan besar tidak datang dua kali. Kapan lagi ia bisa mendapatkan guru sehebat Faramis. Belajar ilmu sihir secara khusus pula. Bisa-bisa ia akan sehebat Xevana menguasai ilmu sihir diusianya yang sangat muda.

