Arkana atau pun Yasa tak pernah kapok mendekati gadis pujaan mereka walau pun pernah dipergoki dan ditatap tajam oleh Nathan. Mereka terus berusaha mendapatkan hati Nola tanpa kenal lelah meskipun gadis cantik itu tidak peka sedikit pun. Namun hal itu tak membuat mereka mundur. Sama halnya seperti sekarang. Baru saja selesai kuliah Pengajaran Keterampilan Apresiasi Sastra, Arkana sudah mendekati Nola dan mengajak Nola ke kantin. "Nola udah janji duluan ke Lia." Tolak Nola halus. "Gue boleh nebeng bareng kalian gak? Males banget sendirian. Gak akan berselera makan." "Halah! Modus!" Celetuk Virlia kesal. Sejak Arkana dan Yasa mengejar-ngejar Nola, hidup Virlia menjadi tidak tenang karena selalu berurusan dengan kedua pria menyebalkan itu. Kemana pun pergi selalu ada mereka serta selal

