Matahari bersinar begitu terik. Awan di langit tidak terlihat sedikit pun sehingga cahaya matahari terasa kian menyengat dan seakan membakar kulit. Di saat-saat panas begitu, merupakan waktu yang pas untuk berteduh di dalam ruangan ditemani minuman dingin. Sama halnya seperti yang dilakukan oleh Nola dkk. Setelah keluar dari ruang ujian, mereka langsung pergi ke kantin kampus. Tempat nongkrong favorit mereka sejak semester tiga ini. Masing-masing dari mereka memesan teh es dan roti bakar rasa coklat. Di tengah-tengah keheningan itu, Virlia mulai bersuara atau lebih tepatnya mengeluh. "Belakangan ini rasanya tersiksa banget karena ujian. Apa cuma aku yang merasa gitu? Kalian capek gak sih ujian terus?" Gadis itu bertopang dagu seraya menghela nafas panjang. "Gak lah! Ngapain capek?! So

