Part 25

1046 Kata

‍Para mahasiswa di dalam kantin diam-diam mencuri pandang ke arah meja Nola lantaran merasa penasaran kenapa seorang dosen menghampiri mahasiswa dengan wajah murka. Apalagi itu seorang dosen killer sekaligus dosen tertampan di kampus. Jiwa penasaran mereka meronta-ronta hingga ada dari beberapa di antaranya mendekati tempat perkara. Tentunya bergerak sangat hati-hati karena tak ingin menjadi target sasaran kermukaan selanjutnya dari sang dosen. Virlia dan Yasa refleks menghentikan perdebatan mereka. Menatap persiteruan tegang antara Nathan dan Arkana. Kemudian menggelengkan kepala tak habis pikir. Mereka selalu saja seperti itu. Nathan yang mulai menyadari dirinya menjadi pusat perhatian lantas menarik tangan Nola tapi gadis cantik itu tak bergerak sedikit pun sehingga pria tersebut ber

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN