Malam ini Fauzi berencana kembali menginap di kosan Gibran. Setelah menyamakan hipotesa dengan papanya, perasaan Fauzi kian tak menentu. Rasa takut jika sesuatu yang buruk akan terjadi pada sahabatnya semakin kuat. Dengan langkah sedikit tergesa laki-laki itu mulai memasuki pekarangan kosan Gibran. "Gibran!" Tak ada jawaban. Fauzi mengetuk pintunya sekali lagi. Ralat, bukan mengetuk, menggedor lebih tepatnya. "Gibran buka atau gue dobrak!" Seorang laki-laki keluar dari kosan sebelah kostan Gibran, "Berisik! Gak ada kali. Eh... tapi dari tadi gue gak lihat itu orang keluar sih, lampunya juga masih mati. Dobrak aja!" Dengan bantuan laki-laki itu, Fauzi benar-benar mendobrak pintu kosan Gibran. Fauzi melangkah pelan mencari keberadaan tombol lampu dan ketika berhasil menyalakan lampu, Fa

