Syera pergi begitu saja tanpa menghiraukan amarah Takia. “Heh, wanita kurang ajar! Berhenti kau!” Syera terus melangkah, ia menaiki lift berbeda. Ia malas melanjutkan debat dan pertengkaran dengan Takia. Takia berniat mengejar Syera, tetapi dihadang oleh beberapa pengawal. Hal itu membuat Takia semakin murka, ia menatap para pengawal itu dengan wajah marah. “Apa yang kalian lakukan? Sudah berani kalian, hah! Minggir, aku harus membuat wanita itu mendapat balasan!” teriak Takia kepada para pengawal itu. “Maaf, Nona. Ini perintah dari Tuan Vaterham, beliau tidak ingin ada keributan di mansion ini. Jadi kami mohon Nona bekerjasama supaya kami tidak berbuat kasar.” Takia menatap mereka dengan wajah tak percaya. “Apa? Berbuat kasar padaku? Kalian ingin dipecat dan dibantai sama Moiz beran

