22. Tidak Pulang

1670 Kata

Syera menyeka bibirnya yang baru saja diserang oleh Moiz. Ia menatap pria itu dengan wajah tak percaya. Baru saja Moiz menekannya, tetapi tiba-tiba pria itu berubah mengganas seakan tak mengenali orang. Moiz pun ikut menyeka sudut bibirnya dengan jari. Mata tajam itu menatap Syera yang balik menatapnya dengan d**a naik turun setelah beberapa menit lalu sedikit menahan napas saat berciuman. “Obati lukamu, lalu segera ke kamar.” Setelah mengucapkan itu, Moiz meninggalkan Syera di sana sendirian. Syera memperhatikan punggung kekar itu keluar dari ruangan gym. Pipinya memerah, ia tak tahu kenapa Moiz selalu saja melakukan apa pun sesuka hati. “Padahal dia sendiri yang memintaku menjaga hati, tapi dia juga yang membuatku jatuh seperti ini. Kenapa sekalian saja dia bersikap kasar kepadaku, s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN