“Syera.” Syera terkejut ketika seseorang memanggilnya. Ia menoleh dan tersenyum kepada teman-teman dosennya. “Dari tadi kamu sering melamun. Kamu sedang tidak enak badan?” “Ah, tidak, kok. Hanya saja, ada yang sedang aku pikirkan. Bukan hal penting juga, ayo lanjut makan.” Syera mengambil sendok di piringnya, lalu mulai menyuap makanan dengan senyum tipis. Perempuan itu kini sedang di kantin kampus. Sedari tadi pagi dirinya memang cukup sering melamun, bahkan saat menjelaskan di kelas pun tadi sampai dipanggil berkali-kali oleh mahasiswa di kelas. “Kalau memang sedang tidak bisa fokus, lebih baik izin pulang saja, Ra,” ucap salah seorang dosen perempuan kepada Syera. “Iya, apa kamu memikirkan Kakek-mu? Mungkin akan lebih baik jika kamu pulang saja, atau mungkin ke rumah sakit,” usul

