Setelah sempat berdebat di hari pertama pulang Moiz ke mansion Vaterham. Sampai sekarang, hari ketiga tak ada interaksi apa-apa antara sepasang suami istri itu. Syera berlaku seperti biasa, lebih tepatnya berusaha tetap bertingkah seperti hari-hari biasa. Ia tidur di kamarnya, menjalani hari seperti biasa pula. Moiz pun tampak semakin sibuk dengan pekerjaan, bahkan selama 2 hari ini ia tertidur di ruangan kerja. Syera menarik napas dalam sembari melangkah menatap ruangan makan. Tak ada Moiz di sana, sepertinya pria itu juga tak akan sarapan bersama pagi ini. “Selamat pagi, Nyonya.” Syera tersenyum menanggapi sapaan para pelayan. “Pagi juga.” “Hari ini Anda ingin menu yang mana, Nyonya?” Syera memperhatikan menu di meja makan. Beberapa detik kemudian ia menoleh ke arah seorang pelaya

