Bab 28

1619 Kata

Pov Nagita Pintu kamar diketuk ketika aku masih memilih-milih pakaian yang sebetulnya masih ragu kukenakan. Aku buru-buru menutup lemari dan menyimpan baju-baju kurang bahan yang Bu Ajeng belikan itu dan segera membuka pintu. Sedikit bahagia ketika ternyata Bu Ajeng datang lagi. Dia tak marah rupanya. “Ibu lihat kamu kecapekan seharian. Ini ada jamu buat ngilangin pegal-pegal. Di minum, ya!” Dia menyodorkan dua gelas kecil cairan warna cokelat yang berbau jamu. Aku terharu. Dia perhatian banget padaku. “Makasih, Bu.” “ Satu buat Adrian, satu buat kamu. Itu jamunya langsung diminum, ya! Soalnya kalau dingin gak enak.” Kurasa memang gelas ini masih hangat. Gegas kuteguk dan kuhabiskan satu. “Ini Ibu gelasnya bawa lagi, ya. Nah yang satu itu buat Adrian. Dia juga capek ‘kan ngante

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN