Pov 3 Di sebuah ruangan seluas tiga kali empat meter, akhirnya seberkas surat itu ditandatangani. Meskipun wajah Pak Adi sudah tampak memerah karena kehabisan kata-kata. Namun, mau tak mau dia akhirnya tanda tangan berita acara yang sudah disiapkan oleh tim pengacara. “Terima kasih kerja samanya, Pak Adi! Mulai hari ini, jangan pernah lagi ganggu ketentraman klien kami!” Pengacara mengulurkan tangan, tetapi Pak Adi melengos membuang muka. Sepeser uang yang kini di tangannya tak seberapa. Ratri pasti marah besar dan kemungkinan rumah tangganya tak akan terselamatkan. “Saya permisi!” ketusnya. Pak Ady berjalan dengan membawa besaran uang sebanyak tiga puluh lima juta. Dia meninggalkan Adrian, Nagita, Ibu dan Nacita yang masih duduk di dalam ruangan itu bersama pengacara dan dua orang sa

