Pov 3 Senyum pada bibir mungil miliknya tak henti terbit. Semenjak urusan Ibu dengan lelaki yang sebetulnya tak ingin dia sebut Ayah selesai, akhirnya Nagita bisa bernapas lega. “Ahm … makasih.” Satu kalimat singkat berhasil lolos ketika baru saja mereka turun dari mobil. Nacita sudah berlari duluan dan melompat-lompat senang. Ibu tadi minta turun di warung depan untuk membeli sayuran untuk mereka makan siang. Pak Adrian bergeming melihat wajah yang tak seperti baisa. Hari ini Nagita terlihat cantik berkali-kali lipat. Wajah Om Duda yang sudah tak jadi Duda itu pun tak kalah bersinar. Entah kenapa, melihat wajah Nagita yang malu-malu tapi bahagia mengingatkan perjalanan mereka semalam. “Anak ini ….” Pak Adrian lekas menggeleng dan hanya menampilkan senyum untuk menjawab ucapan ter

