Pov 3 “Hari ini, sudah berapa kali salah manggil, hmm? Bersiap, ya, hukumannya nanti malam.” Glek! Mendadak kerongkongan Nagita terasa kering. Wajahnya tampak merona dan kegugupan kembali datang. Hampir saja dia menyenggol mangkuk sayur karena hilang konstrasi akibat kalimat yang dilontarkan suaminya itu. Usai makan, Nagita membantu Ibu membereskan semuanya ke dapur. Dia cukup takjub melihat Pak Adrian yang ternyata makan begitu lahap dengan ikan asin, lalap dan sambal. Rasanya ingin melihat dia makan selahap tadi. Hingga akhirnya Nagita memutuskan untuk membeli ikan asin dulu sebelum pulang. Sedikit gelisah ketika maghrib meremang. Pak Adrian sudah pulang dari masjid. Dia tadi pergi untuk shalat berjamaah. Katanya biar mengakrabkan diri dengan penduduk sekitar. Sementara itu, Nagit

