Menghempaskan tubuh ke ranjang dan menenggelamkan wajah pada bantal. Sedari tadi Dea tak berhenti tersenyum merasakan kebahagiaan yang sangat luar biasa. Untuk pertama kalinya Dea merasakan apa yang dirasakan banyak remaja seusianya yaitu pacaran. Aga adalah laki-laki pertama yang menjadi kekasih Dea dan ia juga berharap tidak ada lagi laki-laki yang akan menjadi kekasihnya. Dea berjanji hanya Aga yang menjadi satu-satunya. Dea membalikkan tubuh menjadi posisi terlentang. Sembari memeluk bantal ia menatap langit-langit kamar. Tidak menyangka sama sekali kalau ia dan Aga telah resmi menjadi sepasang kekasih. Seperti petir di siang bolong, tidak pernah sedikitpun Dea mengira kalau Aga ternyata mempunyai rasa terhadapnya. Masih teringat jelas bagaimana cara Aga mengungkapkan perasaannya sel

