Mira tertawa membuat Dea semakin tersipu dibuatnya. "Ciee.... Ciee.... anak Ibu sudah punya pacar." "Ih, Ibu! Jangan godain Dea." Mira tergelak lalu merangkul pundak Dea. "Ibu senang, akhirnya Dea bisa move on dari laki-laki yang ditemui beberapa tahun yang lalu. Ini yang Ibu harapkan selama ini, kamu tidak terlalu mementingkan apa yang telah terjadi. Karena yang lalu biarkan berlalu dan fokus pada masa yang akan datang," ucapnya. "Iya, Bu. Dea sadar sekarang. Kalaupun suatu saat nanti kami akan dipertemukan, kami akan bersahabat baik." Dea berucap. "Iya, Sayang. Walau bagaimana pun, kalian pernah dipertemukan pada suatu titik dimana kalian saling mengenal." Mira mengusap-usap pundak Dea, lalu mengecup puncak kepalanya. "Iya udah, sekarang kita sarapan dulu sebelum memulai aktivitas

