"Tunggu saja saat kita pulang!" Hera tak tau pasti apa jika mereka pulang, hari yang dinantikan itu tiba. Momen di mana ia kembali bermanja-manja pada pria dingin macam Felix. Pria itu tersenyum ringan, lalu menepuk pelan pucuk kepala Hera. "Bisa tidak kamu berhenti cemburu buta padaku. Aku tidak akan berpaling darimu, tenang saja." Hera mengangguk pelan. Hatinya menghangat dengan setiap sentuhan dan afeksi yang Felix berikan. Pria itu justru menariknya duduk di atas pangkuan, sementara ia bersandar pada punggung sofa. "Sebenarnya aku dengar dari kedua orang tuaku, setelah Erick kembali, mereka tak akan biarkan aku kembali pada Erick. Bodoh sekali, kan? Mereka sangat egois." Pria itu terkekeh pelan. "Lalu dengan siapa?" "Tentu bukan dengan kamu!" Hera memukul pundak Felix. "Dengan Ar

