bc

Kupunya kamu dan kamu punyaku

book_age18+
0
IKUTI
1K
BACA
HE
sensitive
heir/heiress
bxg
lighthearted
mystery
loser
office/work place
like
intro-logo
Uraian

Weren Ronald adalah anak pengusaha Furniture terbesar di Kota Jakarta. Di usia sangat muda di telah mewarisi perusahaan ayahnya. Ayahnya merupakan salah satu orang terkaya di ibukota Jakarta.Namira Alysia adalah gadis manis namun kecatikannya mampu memikat kaum adam. Namira baru sajah lulus kuliah dan melamar pekerjaan di sebuah kantor di Ibu kota Jakarta. Memiliki kemampuan yang tidak bisa dibilang biasa.Apah jadinya bila Namira bertemu dengan weren terkenal Jutek dan sangat suka memecat karyawan baru karena alasan tidak begitu masuk akal? akankah cinta bersemi diantara mereka berdua. Jangan lupa selalu mengikuti cerita ini.

chap-preview
Pratinjau gratis
Keluarga
Pagi ini seperti biasanya pemuda gagah dan tampan berusia 30tahun itu sedang duduk diruang makan. Mama dan Papanya pengusaha Furniture ABC, Papanya bernama Jordan Merkuri seorang miliyader yang disegani oleh para pengusaha lainnya. Mama laki-laki bernama Karmelia Lusiana,itu juga seorang pembisnis di Art and galery di Kota Jakarta. "Weren,kamu tidak ingin segera menikahkah?"ujar sang mama sambil memoles roti. "Tidak, usah buru-buru,ma."kata weren dengan senyum yang dipaksakan. "Tidak usah buru-buru kau ini audah 30tahun weren,"ujar mamanya lagi dengan nada kesal dibantah anaknya. "Baik-baik, weren akan segera mencari wanita yang pantas untuk Weren nikahi tapi tidak hari ini jugakan,ma?" kata Weren dengan nada di buat santai. "Papa terserah kamu sajah bagaimana baiknya,tapi papa juga mengharapkan cucu dari kamu sebagai pewaris keluarga Merkuri ini."kata Papanya dengan nada tegas. "Fine,aku akan segera mencari pendamping tapi tidak sekarang. Lagipula ada Aliciakan mama tidak mungkin kesepian dirumah sebesar ini."kata Weren dengan tersenyum samar. "Baiklah, Kakak kau keterlaluan sekali aku.meang masih muda 18tahun tapi aku sudah memiliki pacar. Steven akan kesini malam.minggu besok untuk bertemu denganmu untuk membahas masalah propertynya juga."kata Alicia menimpali perkataan adiknya yang seperti boomerang di pagi hari. "Kau,bocah kecil tidak tahu diri. kecil-kecil sudah pacaran, bagaimana dengan sekolahmu?"kata Weren kepada adiknya dan.mencubit pipi adiknya dengan gemas. "owh,sakit kakak. aku memang punya pacar,tapi sekolah nomor 1 dan Steven selalu mengajariku dengan baik,"kata Alicia dengan penuh cinta tentunya. "Tidak baik mengejek,kakakmu seperti itu Alicia."kata Mama Weren wanita berumur 45 tahun itu menenangkan putranya. "Weren, kau harus bersedia menemui Martha untuk proyek kita Weren, papa berharap kamu bisa dekat dengannya,"kata Papa Weren yang berumur 50tahun dengan mata tajamnya. "Baiklah, jam berapa aku harus menemui Martha, hari ini atau besok yah,pah?"kata Weren dengan tegas. "Kamu Menemui Martha besok dan jamnya 17.30 di Warna-warni Hotel yah,"kata Papa weren dan menutup pembicarannya. "Baiklah,papah. jika ini keinginan kalian, tapi kalau Martha tidak cocok denganku aku juga ngak bisa berbuat banyak."kata weren meninggalkan meja makan karena dia merasa muak dengan perjodohan. Sepeninggal Weren,Mama dan Papah Weren sedikit kecewa dengan sikap anak.mereka karena selalu menujukkan ketidak tarikan terhadap perempuan. Padahal Alicia sebagai anak kedua sajah sudah mempunyai pacar. *************************** Di Tempat lain sepasang mata coklat nan indah sedang duduk manis. Rambutnya panjang dan hitam legam.tidak menutipi kecantikannya. Dia akan memulai interview di sebuah perusahan furniture Jakarta ABC. Namanya Namira Alysia cantik anggun tentunya dia hanya sedikit jutek. Hari ini dia buru-buru memakai sepatu pantofel,kemeja putih dan Rok hitam di bawah lutut. "Ma, aku berangkat dulu yah doakan interviewku lancar dan diterima yah disana."kata Namira kepad ibunya yamg sudah berusia 45tahun. "iyah,nak. hati2 dijalan dan semangat."kata Mama namira yang bernama Bulan Bintang sambil tersenyum. "Papa, antar aku yah hari ini aku mau interview loh papah."Kata Namira menghampiri papahnya berada disebelah mamanya. "Namira sayang,kamu sudah besar dan berusia 25 tahun masih sajah manja sekali. Adikmu Michael sajah tidak seperti kamu,"kata papah Namira adalah Juan Raharjo,pemilik hotel di Jakarta. "Kakak, kau seperti anak.kecil sajah.minta diantar papah,"kata Michael Raharjo anak.kedua dari Juan Raharjo. "Diamlah kau, jangan ikut campur Selesaikan studimu itu di Kampus Trisakti cepat dan bantu papah kita. dia sudah berumur 50 tahun."kata Namira dengan wajah sebal dan mengerucutkan bibirnya. "Kau selalu menggunakan jurus lifah andalanmu,"kata Michael.mendesah kesal dan.meninggalkan meja makan. "Michael, selesaikan sarapanmu nanti kau lapar dikampus,"kata mama Namira berusaha mengejar anak ke 2nya yang keras kepala. "Biarkan sajah,mah. Dia sudah dewasa sudah umur 20tahunloh. Biarkan dia memilih mau bekerja dengan papah atau seperti Namira bekerja ditempat lain dulu."kata Juan Raharjo papa namira. "Aku berangkat dulu yah,pah.Naik ojek sajah deh yah sudah mau telat sebentar lagi jam 09.00 biar cepat."kata Namira melangkah meninggalkan ruang makan dan rumahnya. "Hati-hati dijalan yah,nak."kata papah dan mama Namira berbarengan. Kemudian perempuan cantik itu menebus jalanan Jakarta dengan mengendari G***k. Setibanya di Gedung menjulanh tinggi Bertuliskan ABC furtniture Namira langsung turun dan membayar ongkos gojeknya. Tidak lupa memberikan tips kepada g***knya. Sebuah mobil tidak kalah keren merupakan mobil bmw kemudian memarkirkan mobilnya. Pemuda tampan itu turun dengan jas hitamnya dengan tatapan angkuhnya berjalan.menuju kedalam gedung kantornya. Namun naas saat diberusaha untuk melanglah dengan sedikit cepat karena akan menginteriview beberapa kandidiat pegawai baru dia bertabrakan dengan seorang wanita. "Akh,sakit,"ujar wanita itu sambil berusaha meraih beberapa berkas yang berserakan dilantai pintu masuk lobby. "Ck,kau ini mengapa tidak.melihatku berjalan?" sergah Weren agak marah. "Hey,Tuan aku tidak melihatmu karena kakimu sangat panjang dan juga tinggimu melebihi tinggiku,bayangkan sajah tinggimu sekitar 175cm dan tinggiku hanya 150cm."seloroh wanita itu dengan raut cemburut. "Dasar Wanita gila,kau terlalu berlebihan. walaupun aku tinggi dan pendek banyangkan kau masih bisa melihatku,"kata Weren mulai kesal dengan ulah wanita menabraknya. "Tuan,hari ini aku sangat terburu-buru dan aku akan segera telat untuk interview, aku minta maaf."Wanita itu kemudian pergi meninggalkan Weren yang masih nampak kesal. "Wanita yang aneh,ngomong-ngomong interview? apakah dia orang melamar pekerjaan diperusahaanku?" seloroh Weren dalam hati. "Sial sekali nasibku bertemu dengan laki-laki seperti dia. Harusnya aku tidak.mengajak ribut Michael tadi pagi. Meminta tolong papa adalah jalan ninjaku," sesal Namira sambil berjalan memasuki lobby perusahaan dengan hati kesal. Werenpun segera naik lift menuju keruangannya berada di lantai 11 gedung ini. Dia perlu menenangkan pikiran dengan meminum secangkir kopi hangat. "Stopp tolong hentikan liftnya,saya tidak mau terlambat interview" ujar seorang wanita dan dia segera memasuki lift ketika seorang OB menahan Liftnya. "Haish, apalagi ini tadi ketemu dengan wanita aneh dan sekarang ada wanita aneh ke2 yang menghentikan lift ini. membuat moodku jelek sajah."seloroh Weren dalam hati karena dia tidak.mungkin menujukkan ketidaksenangannya kepada para karyawannya. Tiba dilantai yang digunakan untuk.interview di lantai 4 Namira lalu berlalu dan mengucapkan terimaksih kepada OB terserbut. Kemudian dia menanyakan kepada resecptionist disebelah mana ruangan interviewnya. "Permisi mbak, ruangan untuk interview karyawan baru berada dimana yah?" kata Namira dengan sopan. "Dari sini mbaknya bisa lurus dulu dan belok kekiri ada tulisan ruangan interview,"seloroh Wanita cantik berambut ikal tersebut kepada Namira. "Baik,Terimaksih,mbak siapa yah namanya?"kata Namira dengan sopan. "Saya Dian Nanda,biasa dipanggil mbak Dian,mbak"kata Dian dengan sopan juga dan tersenyum. "Baiklah,terimaksih mbak Dian sekali lago,"kata Namira sopan dan segera mebalikkan tubuhnya dan berlari kecil dilorong itu. Weren sudah sampai di ruangan kerjanya setelah insiden lift dia kemudian menyuruh pak Kasim OB dikantor mengantarkan kopi tubruk kesukannya. Dengan cekatan pak kasim membuat kopi walau usianya sudah 40 tahun dia masih cekatan. Tidak lama kemudian pintu ruangan kerja Weren diketuk. "Permisi,pak. ini kopi tubruk dengan sedikit gula tentunya,"kata pak kasim.kepada weren masih memeriksa pekerjaan tertunda karena kemarin ada meetinh penting. " Taruh sajah di sini pak, Terimakasih," ujar weren kepada pak kasim. "Baik, apakah bapak mau dibelokan makan siang juga?"kata pak Kasim dengan nada halus. "Sepertinya untuk hari ini tidak,saya akan ada makan siang dengan klien,sekali lagi terimakasih,"ujar Weren sopan kepada Pak Kasim walaupun dia OB tapi orangtuanya selalu mengajarkan sopan santun kepada setiap orang bekerja kepada mereka. Weren kemudian tengelam dalam semua laporan penjualan dan pemasukkan perusahaannya. Ketika jam menunujukkan pukul 09.00 wib dia melangkahkan kaki untuk turun dan membawa berkas interview semua calon karyawan baru. Melihat sekilas berkas dia tertarik dengan 1 berkas lamaran seorang wanita bermata cokelat yang memiliki rambut hitam legam yang indah. Weren berfikir sepertinya sudah pernah bertemu namun dia lupa dimana. Sesampainya dilantai 4 para recepstionist dan karyawan lainnya meberi hormat kepada Weren, dia melangkah masuk, ledalam ruangan bercat cokelat itu bertuliskan interview. *********************** Sementara Namira tidak menyadari kehadiran Weren karena sedang membaca ulang memo yang telah dia persiapkan dari rumah. Namira bergumam sendiri saat semua mata tertuju kepada Weren tadi. Beruntungnya Namira tidak tertangkap mata dengan Weren memasuki ruangan interviewnya. Satu persatu peserta interview masuk kedalam ruangan cokelat itu. Namun banyak kecewa karena bosnya galak. Banyak Wanita melamar pekerjaan ini tentu sajah siapa tidak mau menjadi seorang Asisten bos biasa dikatakan Sekertaris bos. Banyak dari mereka yang melamar memakai pakian sedikit terbuka dan menunjukkan buah dadanya. Bahkan ada yang menggunakan mini dress,padahal ini kantor bukan Night Club. Namira semakin gugup ketika gilirannya hampir tiba. Wanita yang baru masuk sebelum Namira mendecak kesal dengan rambut awut-awutan karena seprtinya dia menarik rambutnya sendiri. "Dasar,Bos tolot padahal aku sudah memakai pakaian seksi dia masih bekum tergoda. Malah menanyakan keberadaan kampusku dimana dan dosenku siapa,"ujar Wanita itu.lalu pergi.meninggalkan Namira semakin gugup. Kemudian namanya dipanggil dan jantung Namira berdetak lebih cepat 2 kali. "Saudara Namira Alysia,silahkan masuk. kata staf wanita itu. "Baik,terimaksih,"ujar Namira sambil tersenyum. Kemudian Namira memasuki ruangan interview itu dengan hati dagdigdug. Namira kemudian duduk dihadapan bos besarnya dengan posisi bosnya mengbelakangi dia. "Silahkan duduk,perkenalkan namamu, "kata Laki-laki itu dan.mulai ngeinterview Namira. "Permisi,pak. Nama saya Namira Alysia saya ingin melamar pekerjaan menjadi Asisten Pribadi bapak."ujar Namira sopan dan sedikit menundukan kepalanya. "Nama yang indah Namira Alysia yah, Kau pernah bekerja dimana?"kata laki-laki itu masih belum.membalikkan kursinya. "Saya memiliki pengalaman bekerja magang di PT Nusantara Abadi,pak."ujar Namira dengan senyum mengembang. "Baik,lalu kemampuan apa yang kamu miliki sehingga berani melamar pekerjaan ditempat kami ini?"kata Laki-laki itu dengan nada datar. "Saya dapat mengoperasikan program MS word office dengan 10 jari tanfan saya dengan ceoat dan cekatan. Saya memiliki pengbargaan dibidang audit,"ujar Namira dengan pasti. "Baiklah,mari kita lihat seperti apa rupa anda?"kata Laki-laki itu langsung membalik kursi kebesarannya. "Kaukan yang tadi pagi tidak sengaja aku tabrak, mengapa kau ada disini jangan bilang kau adalah bos disini?"ujar Namira begitu terkejut. "Memang Saya adalah bos disini,Saya tidak mengira wanita saya interview tadi adalah kamu,sebenarnya aaya sudah curiga saat melihat foto CVmu itu," ujar Weren pada Namira dengan tatapan tajam. Namira sangat shock dengan apa yang terjadi sekarang terlebih Weren terlihat menatapnya datar tanpa ekspresi. Weren juga namoak sedang menimbang-nimbang untuk mempekerjakan gadis itu dikantornya.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Pacar Pura-pura Bu Dokter

read
3.1K
bc

(Bukan) Istri Simpanan

read
51.2K
bc

Takdir Tak Bisa Dipilih

read
10.2K
bc

Jodohku Dosen Galak

read
31.0K
bc

Kusangka Sopir, Rupanya CEO

read
35.7K
bc

Desahan Sang Biduan

read
54.0K
bc

Silakan Menikah Lagi, Mas!

read
13.5K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook