26

1287 Kata

"Hei, Grace, ayo pulang." "Tunggu, George," gadis itu sibuk merapikan buku-buku yang ada di mejanya, buku yang memenuhi mejanya tersebut lalu dimasukkan ke dalam tas, "aku hampir selesai." George mengangguk, pemuda itu berdiri seraya memasukkan kedua tangannya ke kantong celana. Tom dan Antonio yang bersama dengannya menatap George heran. Hal langka jika melihat seorang George Owens menunggui seorang gadis. Meski anak itu sudah sempat bercerita, jika Grace adalah salah seorang temannya ketika ia sekolah menengah pertama. Bahkan, hal ini sudah berlangsung selama satu minggu. "Kita searah, 'kan?" tanya Grace sambil menyampirkan tas merah mudanya ke bahu. George menggeleng, "Aku pindah rumah." Grace manggut-manggut, "Benarkah? Lalu orang tuamu?" "Hanya aku yang pindah karena itu rumah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN