"Apa semua berkas administrasi masuk yang diperlukan sudah selesai?" "Sudah, Paman." Laki-laki itu melepas topinya, "Kau yakin? Apa kau membawanya?" Gadis itu kembali mengangguk, "Iya, Paman. Semuanya sudah selesai dan kubawa dalam tas." Sebuah tangan besar mendarat di kepala Grace, membuat gadis itu mendongak sedikit untuk menatap ke arah sang paman, "Tersenyumlah, Grace. Kau tidak ingin teman-teman barumu melihat kau murung seperti ini, 'kan?" Seulas senyum tipis gadis itu sunggingkan, "Baiklah, Paman. Aku akan tersenyum jika ini memang yang terbaik untukku." Paman Grace menatap kemenakannya dengan serius, "Tidak, bukan senyum seperti itu. Maksud Paman, kau harus mengikhlaskan kepergian sahabatmu dan menjalani hidup dengan lebih baik. Ini sudah lewat setahun, dan kau masih dirundun

