11.

1219 Kata

George menutup pintu kamarnya yang terbuat dari kayu elboni rapat-rapat. Menguncinya dan meninggalkan kuncinya begitu saja di gagang pintu. Seolah tidak ingin ada seorang pun yang menginterupsi privasinya di kamar. Ia lalu terkekeh. "Bagus." Gumam laki-laki itu sambil menyeringai lebar. "HA-HA-HA-HAA!" Tiba-tiba saja remaja itu tertawa terbahak-bahak. Karena George sedang berada di masa pubertas, suaranya berubah menjadi sedikit berat. Atau dengan kata lain, menjadi ngebass. "Kerja bagus, George. Rencanamu berhasil dengan baik." Bisik George kepada dirinya sendiri. Mengucap selamat atas keberhasilan yang ia lakukan. George pun tersenyum puas. Ia tak perlu khawatir seseorang akan mendengar gelak tawanya yang cukup keras itu. Karena kamarnya telah dilapisi dengan peredam suara yang teb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN