“Gimana? Ibu dan bapak baik kan? Gitu tadi sudah panik duluan,” ucap Loka sambil menyetir mobilnya. Saat ini, ia dan Aila sedang dalam perjalanan menuju ke rumah Aila. “Ya tetep deg degan, Mas. Emang dulu waktu kamu ketemu sama mama dan papa nggak deg deg ser?” tanya Aila. “Jelas saja gugup, Ai. Apalagi tujuan kedatanganku menemui mereka untuk meminta kamu.” “Aku juga sama gitu kayak kamu, Mas. Aku takut dinilai kurang baik untuk kamu di hadapan ibu dan bapak,” lirih Aila. Berulang kali Aila jalan dengan Loka, Loka selalu memperlakukan dirinya dengan istimewa. Tutur kata dan perbuatannya selalu baik. Kisah percintaannya pun mulus karena memang dari awal sudah berniat ingin dirinya. Berbeda dengannya yang suka minder pada Loka karena riwayat kisahnya yang luar biasa itu. “Ai, sudah

