Semua persiapan telah rampung. Berkat bantuan WO, rencana pernikahan Aila dan Loka terasa lebih mudah. Untungnya juga masing-masing keluarga tidak memperdebatkan konsep pernikahan. “Semua sudah fix ya berarti, Ai? Tidak ada yang ingin kamu ubah?” tanya Loka. Ia duduk tepat di hadapan Aila. Mama Aila tadi duduk di meja yang sama dengan Aila, begitu pula dengan Danu dan Radit. Namun satu per satu pamit membuat hanya Aila saja yang masih bertahan di kursinya. Keluarga mereka baru saja melaksanakan pembahasan akhir untuk konsep akad mau pun resepsi. Setelah WO, vendor, catering, fotografer pamit pulang lebih awal, tersisa anggota keluarga yang masih ingin mengakrabkan diri. Aila menggeleng. “Bagiku ini semua sudah yang paling baik, Mas. Aku suka.” Senyum Aila menyertai jawabannya. Menenan

