14. Nomor Dua

1543 Kata

Aila yang sedang rebahan di atas kasur dengan tenang terganggu oleh kehadiran Radit. Ia sedang fokus membaca novel pada salah satu aplikasi membaca online dan tangan Sang Adik dengan lancang memukul-mukul tulang keringnya yang hanya dilapisi dengan celana berbahan kain rayon. “Ngapain sih, Dit?” tanya Aila kesal. Radit juga mengusiknya dengan menggelitiki telapak kakinya. Ingin rasanya ia menendang adiknya itu tetapi ia masih sayang dengan adik laki-lakinya itu. “Lihat itu di ruang tamu ada siapa,” balas Radit dengan jari-jarinya yang masih sibuk menari di atas telapak kaki kakaknya. “Padahal aku baru saja mau mengajak Kakak main ke game zone,” gerutu Radit kesal. “Ya ayo kita siap-siap terus ke mall, Dit,” jawab Aila. Ia menyimpan handphone-nya di atas kasur. Ia juga sudah bangun da

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN