Sejak kehadiran Loka di hidup Aila, Aila menjadi perempuan yang suka menggalau. Tidak mendapatkan kabar satu hari sudah over thinking. Aila merasa kembali ke masa remaja. Ya karena masa remaja yang telah ia sia-siakan untuk menyukai orang yang tidak meliriknya sedikit pun membuatnya sedikit menyesal. Namun, nasi telah menjadi bubur. Maka Aila harus mampu mengambil pelajaran dari pengalaman yang telah ia lewati. “Jujur saja aku seneng karena kita bisa jadi sering ketemu, Ai. Tapi kok aku juga sebel ya sama Mas Loka karena ia telah berhasil membuatmu menggalau setiap saat,” kata Dewi jujur. Saat ini, mereka sedang menghabiskan weekend di salah satu kafe yang ramai dikunjungi oleh remaja. Aila mengeluh galau kalau hanya gulingkan badan ke kanan dan gulingkan badan ke kiri di kamarnya. Dew

