Aila tergesa berlari menuju lapangan sekolah setelah seorang senior meneriaki siswa yang datang terlalu mepet dengan jam masuk. Dari gerbang sekolah menuju lapangan jaraknya tidak begitu jauh. Namun beban berat di tas membuatnya kesusahan berlari kencang. “Ayo, Dek! Jalannya yang cepet. Teman-temannya sudah berbaris itu!” teriak seorang senior perempuan. “Lari, Dek! Cepet!” teriak seorang senior laki-laki yang tak kalah menggelegar. Teriakan yang saling bersahutan itu membuat Aila berlari dengan cepat. Tangan kiri memegang topi dari kertas yang berbentuk kerucut dan tangan kanannya ia gunakan untuk mengangkat sedikit rok panjangnya agar memudahkan ia berlari. Untungnya ia mengenakan celana panjang sebagai pelindung kakinya. Ia juga memakai kaos kaki putih yang tingginya selutut sehin

