Happy reading!! Suasana kamar yang biasanya hangat karena perbincangan antara Loka dan Aila yang membahas apa pun itu, malam ini terasa dingin. Pendingin ruangan sudah disetel pada suhu sedang—tidak terlalu dingin, setidaknya mengurangi rasa panas udara Surabaya yang tercampur polutan. Namun semakin membuat tubuh terasa lebih menggigil dari biasanya. Loka sudah berulang kali mencoba mengajak Aila berbicara. Hasilnya masih sama. Aila mengabaikannya. Syukurnya, Aila tidak sampai hati memunggungi suaminya, ia tahu itu bukan hal yang baik. Mendiamkan Loka pun bukan hal yang baik, tetapi Aila masih menata hatinya. Perang antara logika dan perasaan terjadi. Logikanya mengatakan untuk membiarkan Loka dalam kebingungannya. Perasaannya mengatakan untuk segera menjelaskan pada Loka titik perma

