“Mas Radit!” Radit—a.k.a Loka menghentikan langkahnya. Ia hendak menuju parkiran masjid. Hari sudah cukup malam, ia sudah ingin merebahkan tubuhnya di atas kasur. Pekerjaan hari ini cukup berat, menguras tenaga dan pikirannya. Kemudian usai Sholat Maghrib hingga pukul 9, ia di masjid bersama remaja masjid yang lain membahas tentang perayaan Hari Raya Idul Adha satu bulan lagi. Meskipun masih lama, persiapan harus sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari. Hal itu yang membuatnya berada di masjid hingga malam. Radit menoleh pada Sang Pemanggil. Ia mengernyit kala Mega berlari kecil ke arahnya dengan napas terputus-putus. “Ada apa, Me?” Saat ini adalah tahun terakhir Radit menjabat sebagai Ketua Remaja Masjid. Yah, sudah tidak remaja lagi memang dirinya, tapi warga kompleks memberikan mandat

