62. Bertemu Angga

2080 Kata

Penyesalan selalu datang di akhir. Marah pada takdir pun tak berarti, karena ini semua murni salah diri. Salah karena mengambil tindakan gegabah. Salah karena mengambil keputusan tidak dengan dipikirkan secara matang. -Angga- “Mas, beli ayam goreng spicy yuk nanti,” ajak Aila tiba-tiba. Hari ini hari Sabtu, Loka sedang sibuk membersihkan kolam belakang rumah. Sedang Aila hanya menjadi penonton di kursi kayu panjang sambil menikmati pudding cokelat dingin. Loka menengok ke arah Aila. “Beli di mana, Dek?” “Di Mall X. Aku pingin banget makan ayam krispi kemudian ada balutan sambalnya. Hem pasti enak.” Matanya menerawang, membayangkan ayam tepung kemudian dilumuri dengan saos pedas membuat ludahnya berkumpul. Ia meneguk ludahnya. “Ya, Mas?” Aila meminta dengan nada manja. “Tapi levelnya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN