Suara tangisan Rena menyambut kehadiran Angga yang baru saja pulang setelah mengecek proses produksi batik baru yang akan segera di-launching. Ia mempercepat langkahnya masuk rumah untuk melihat hal apa yang sedang ditangisi Rena. Setibanya di ruang tengah, Rena tampak menangis sambil memeluk boneka beruangnya. Soraya sedang santai-santai di sofa sambil sibuk mengotak-atik handphone-nya. Ia tidak habis pikir dengan tindakan Soraya yang tenang-tenang saja mendengar tangisan menyayat Rena. Pemandangan seperti ini adalah hal biasa yang sering ia lihat setibanya di rumah. Dan perdebatan dengan Soraya adalah penutup hari lelahnya. “Kenapa, sayang?” tanya Angga sambil memeluk putrinya. Rena semakin menangis dalam pelukan papanya. Sedangkan Soraya yang baru saja menyadari kehadiran Angga pu

