Setelah mendapatkan penanganan dari dokter juga dirawat di rumah sakit selama empat hari, Aila akhirnya diperbolehkan pulang. “Barang-barang kakak sudah di mobil semua, jadi kita nggak perlu ke rumah Bulek Dwi lagi,” ucap Kanya. Aila mengangguk. Tubuhnya masih sedikit lemas. Nafsu makannya sudah mulai meningkat, meskipun masih belum seperti saat sehat. “Lagi pula, bulek juga baru saja ke sini kemarin sore. Kita semua juga sudah berpamitan,” tegas Kanya. Aila kembali mengangguk. Ia berpikir, untuk apa ia ke rumah buleknya jika kemarin sore juga sudah berpamitan. Akan semakin memperdalam lukanya. Aila berjalan dengan dituntun Danu. Sedangkan Kanya dan Radit berjalan di depan mereka untuk menuju mobil. *** Aila memandang ke samping mobil. Ia melihat berbagai bangunan yang mulai m

