Kanya berjalan tergesa setelah keluar dari mobil yang baru saja diparkirkan oleh Radit. Danu mengikuti istrinya di belakang dengan langkah tenang tetapi lebar. “Ma, tenang saja. Kakak di sini pasti sudah ditangani dokter. Ada Bulek Dwi juga,” peringat Radit yang berjalan tepat di belakangnya. Kanya menghentikan langkahnya sejenak. “Gimana mama bisa tenang, dek? Kakakmu sakit. Sama kayak mama saat dengar kamu sakit, mama khawatir berat,” jawab Kanya. Danu menggapai lengan istrinya. Ia mengusap bahu sang istri, berniat menenangkan. “Ma, sudah. Jalannya pelan-pelan saja. Kakak pasti baik-baik saja,” tenang Danu. “Kalau mama jalan terburu-buru lalu ada orang yang lewat dan menabrak mama gimana? Atau jika mama tersandung kaki mama sendiri karena berjalan tergesa bagaimana? Malah nanti m

