Tania dan Dania menghampiri Raquel, gadis yang sedang duduk anteng menyantap hidangan dari calon mertuanya. “Enak?” Tanya Tania. Dengan tampang polos Raquel mengangguk melempar senyum manis. “Enak kak, ibu kalau jadi chef bakal menang sih.” ucapnya memuji masakan Sinta, padahal yang di meja hanya sayur asem, sambal terong balado dan juga oseng-oseng tempe. Yang lebih tak habis pikir, sangat jelas Raquel hanya ingin mengambil hati Sinta. Di atas meja ada ayam goreng gosong yang sedari tadi Raquel gigit sedikit demi sedikit. Tania mendengus tertawa dingin berjalan ke pantri. “Penjilat handal.” gadis itu berkata dengan nada meremehkan tidak peduli terdengar oleh Raquel. Tania terlalu meninggikan harga diri, tanpa sadar Anindya telah membayar semuanya. “Udah, lupain dia.” Ucap Dania meng

