Dalam perjalanan pulang, Adyatma merasa tak nyaman. Fabian melihat itu pun bertanya. “Ada apa?” Tanya Fabian. “Nothing.” Adyatma masih mencoba berpikiran positif, sambil mengusap dadanya. Tak percaya, Fabian kembali bertanya merasa ada yang salah pada sahabatnya itu. “Bos, you okay? Apa kangen nyonya. Udah sih, telpon aja.” Ucapnya sedikit ejekan. “Ckh, bukan itu.” “Oh, jadi gak kangen. Tau sih, cowok emang gitu giliran udah dapet biasa. Bahkan, di tinggal in. Coba kalau belum dapat, segala muslihat_” “Mulutmu kok makin dower ya?” “Hehehe. Udah telpon aja.” “Sebelum itu, kamu tidak merasa ada yang aneh di sana?” “Maksudnya?” “Perasaan saya tidak enak.” Mendengar itu, Fabian tidak ingin menyia-nyiakan waktu segera memutar stir mobil kembali ke gedung apartemen Anindya. “Oi, any

