Benar, kita harus belajar melepaskan agar bisa melangkah lebih baik. Walau hanya memakai kaos oblong dan juga celana kulot, dia tampak terlihat modis dan berkelas. Itulah perbedaan Anindya dan Raquel yang sangat membanggakan diri dengan tubuhnya yang tampak mencolok. Anindya memegang dadanya, pejamkan mata sejenak, kaget tiba-tiba Asrani berada di depannya. “Mau kemana?” Tanya Asrani. Kedua tangan memegang es krim, gadis itu menatapnya dengan tatapan binar seperti sebelumnya tersenyum lebar. Anindya jadi gemes liatnya. “Mau minum-minum doang sama temen dari hotel. Mau ikut?” “Boleh?” “Yes, kenapa enggak.” “Uyeaah.” Seru Asrani mengapit lengan Anindya, menawarkan es krim yang ada di tangannya. Anindya tertawa menggelengkan kepala. “Kamu aja.” “Hehehe.” “Naik taksi aja ya, takutn

