Saat ini Fabian datang untuk menyampaikan perkembangan kasusnya. “Bagaimana perkembangan nya,” tanya tuan Dante, Anindya dan Asrani keluar nyari jajan. Fabian mengangguk menaruh laptop di meja agar tuan Dante dan Adyatma dapat melihat penyelidikan. “Semua mengakui kecuali… orang ini.” Fabian menekan tombol pause. Di layar, Caka Raditya sedang tertunduk lesu. “Biarkan dia lepas.” sahut Adyatma. “Apa!? Tidak mungkin Ady, dia juga terlibat bukan hanya_” “Bukankah terlalu cepat Bian? b******n ini,” Adyatma merunduk, kedua siku bertumpu pada paha memandang layar. “dia tidak boleh berakhir hanya berada di dalam kurungan setelah semua yang dia lakukan pada Lilium.” Ujarnya seolah mengatakan hukuman Caka tidak boleh seringan ini atas apa yang telah laki-t itu lakukan hingga membuat seorang i

