Tiba di kantor, Caka membela orang-orang yang sedang berkumpul di depan ruangan nya. “Ada apa?” Tanyanya pada David masuk ke ruang kerjanya. “Pak, ada apa ini?” Sementara orang-orang yang bertugas hanya diam membongkar semua barang-barang. “Berhenti. Apa yang kalian lakukan. Jangan melakukan tindakan yang tidak…” terpotong ketika selembar kertas berada tepat di depan mukanya. “Caka Raditya,” “Be-benar, saya sendiri.” Caka meraih kertas tersebut, perasaannya mulai tidak enak. “Mas,” Raquel datang, tak malu-malu lagi memanggil mesra Caka. “Su-surat penangkapan,” kedua tangan Caka bergetar, semakin gelisah. “Anda kami tahan sebagai saksi dan juga kaki tangan atas pencucian uang, penggelapan uang perusahaan yang dilakukan tuan Danuri dan kelompoknya.” Deg! Raquel merosot dengan tata

