Sinta merapikan piring di meja makan, Tania dan Dania melenggang pergi saja seperti lah kebiasaan kedua kakak beradik itu. Saat Raquel berdiri ingin beranjak dari tempatnya, Sinta menghentikannya. “Lho, mau kemana?” Tanya Sinta, Raquel dengan polos menunjuk ke lantai dua. Matanya melihat kepergian Caka, lelaki itu hanya meliriknya tanpa berniat mengajaknya pergi. “Kamu itu menantu disini, ya bantu-bantu dong.” “Apa!? Ah, tapi, kakak ipar_” “Bagi tugas. Memangnya kamu ada bantu mereka menyajikan ini? Tidak kan. Sudah sana, bersihkan piringnya ibu mau buka undangan.” “Se-sekarang?” “Iyalah sekarang.” “Se-semua ini?” “SEMUANYA.” tekan Sinta setelah itu berlalu pergi meninggalkan Raquel yang menganga lebar melihat piring kotor yang berserakan. Raquel mengepalkan tangan, dia tidak pe

