Caka sedari tadi memasang ekspresi tidak mengenakkan. Tidak terima, Anindya bersama lelaki lain. Sialnya, orang itu bos nya sendiri. “Kenapa sih, mas. Kok diem Mulu dari tadi aku liat.” Tanya Raquel. Selesai pernikahan yang memang diadakan hanya sampai sore saja, Raquel merasa Caka sedang menyembunyikan sesuatu. Apa ini tentang Anindya lagi? Caka menoleh kemudian menjawab. “Bukan apa-apa, hanya memikirkan bagaimana besok.” Raquel tau Caka berbohong. Dari matanya saja terlihat menghindar darinya. “Oh, ya… gapapa sih kalau soal itu. Lagian kata pak Ruslan, semuanya bakal cair kalau bosnya udah balik dari luar negeri. Ya… kalau kamu dikeluarin juga_” “Dikeluarin?” Raquel meralat. “Kalau seandainya mas, jangan sensitif begitu kenapa sih.” “Omongan mu seolah mendoakan.” Ucap Caka den

