Kekacauan pagi hari ini membuat seisi rumah dilanda emosi, terlebih Caka. Lelaki itu entah bagaimana keadaan kamar yang di acak-acak, skincare milik Raquel pun jadi korban. Caka menuruni tangga sedikit sempoyongan, tangannya memegang botol wine hadiah pernikahan dari teman kantornya. Melihat itu Tania yang berada di ujung tangga merebut botolnya. “Apa-apaan Lo, beli sana. Ini punya gua.” bentak nya mencoba merebut kembali botol itu. Plak! “Tania. Adik kamu lagi pusing jangan nambah_” “Diam Bu, cukup. Cukup ibu selalu belain dia, cukup.” sentak Tania mengejutkan Sinta yang hendak Sinta menghampiri Caka. Sinta menatap wajah marah Tania tak percaya. “Bajingan.” Umpat Caka merebut kembali botol wine dari tangan Tania. Namun, Tania tidak membiarkan Caka minum-minum lagi dan melempar bot

