Semua orang memiliki kehidupan masing-masing, anak yang terlahir dengan bau kemiskinan sepertiku atau Presdir yang dari janin sudah tajir. Kami memiliki penderitaan meskipun terlahir kaya atau miskin, berjuang dalam hidup dan pastinya pernah berada di titik ingin menyerah. Aku tidak rasis tentang kehidupan manusia, kaya atau miskin saja sama. Hanya saja, aku benci dengan orang kaya yang suka menghamburkan uang. Membayangkan beli barang hanya untuk gaya-gayaan padahal bisa memberi makan orang miskin. Aku akan merasa sangat bersalah jika menghamburkan uang padahal orang lain sangat butuh. Tak apa dibilang ngirit, tapi ngiritku untuk orang-orang yang lebih membutuhkan. Presdir yang dari dulu bekerja keras membangun perusahaan, tahu nilai dari uang. Dia menghargai uangnya, tadi aku lihat

