Ravin tahu bahwa sudut pandangnya dan Rimay jauh berbeda, kehidupan mereka bagai atmosfer dan inti bumi. Terlalu jauh dan sulit bersatu. Orang yang suka kemiskinan berbanding terbalik dengan dia yang benci orang miskin. Selama ini Ravin selalu berpikir, kalau hidup hanya untuk menderita dengan kemiskinan, bukankah lebih baik mati saja? Kenapa orang-orang itu terus bertahan hidup, padahal hanya nyampah di dunia? Andai orang-orang miskin sadar diri, pasti tidak akan ada orang miskin di dunia ini. Namun, di mata Rimay orang miskin sama berharganya. Selalu membantu mereka padahal bukan keluarga. Ravin tidak suka hal itu. "Turunin aku, Mas!" Rimay terus memukul punggungnya. "Matamu itu suka jelalatan dan berlari sembarang, besok aku harus mengikatmu supaya aman." "Aku bukan anjing! Nga

