Teh Botol

1101 Kata

Dia, orang yang beberapa bulan lalu adalah musuhku, membuat aku dikeluarkan dari kampus, penentang terbesar komunitas, tujuan kami pun sangat bertolak belakang. Sifat bagai iblis dan malaikat, tentu di sini aku yang malaikatnya. Tapi sekarang semua berubah, dia suamiku. Mahluk paling tampan di muka bumi yang halal untuk aku grayah-grayah. Aduh, nikmat sekali. Otak bobrokku treveling liar setiap kali melihat wajahnya yang mewah. Kaum miskin dan tak punya apapun selain ginjal yang masih utuh sepertiku, tak pernah berani membayangkan bisa menikah dengan Presiden Direktur Finansial Group. Walaupun dia kejam dan omongannya nyinyir, tapi semua setimpal dengan otot kekarnya yang menggoda. Tak apa, akan aku terima kekurangannya itu. Toh, tak ada manusia yang sempurna. Sungguh baik sekali diri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN