Gubrak

1240 Kata

Mobil berhenti di depan lobi The Hotel Margo Depok, semua staff keluar menyambut kami. Pengawal berjejer mengamati sekitar sebelum Presdir turun. Pintu mobil dibuka, Presdir keluar dengan wajah arogannya tanpa ada yang menyangka bahwa ia habis nyanyi dangdut. Wajah semua orang menunduk melihat kami, tanda hormat. Ketika asik di panggung aku hampir lupa, betapa terhormatnya Presdir. Orang yang kaya sejak lahir. Aku mengikut Presdir sampai masuk lift. Sesekali melirik wajah dengan rahang tegas itu. Jantungku berdebar, padahal aku akan dihukum. Seharusnya saat ini aku kabur bagaimanapun caranya. Tapi kakiku malah mengikuti Presdir secara otomatis. Sesampainya di depan pintu kamar, aku berhenti. Ragu untuk melangkah. Dalam beberapa kasus yang pernah aku lewati. Ini bagian yang horor. Ter

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN