Adik Ipar

1010 Kata

"Assalamualaikum," sapaku sembari mengetuk pintu. "Waalaikumsalam, silakan masuk." Aku memasuki ruangan dengan meja dan sofa di tengah, ada galon di samping jendela kecil yang tak tertutup horden. Di sebelah ruangan ini adalah kantor TU. Sudah ada Okis duduk bersama Bu Nirmala di sofa. Guru BK. "Loh, Rimay ...." "Iya, Bu. Saya wali dari Okis. Saya kakak iparnya." Bu Nirmala tak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya. Dia merubah posisi duduk setelah mata kami berhenti bertatapan. Ia berdiri menyambutku. Kemudian mempersilakan aku duduk di samping Okis yang tak acuh. "Maaf Ibu sangat terkejut, kalau begitu silakan duduk. Ibu akan jelaskan masalah adik iparmu ini." Aku melirik ke Okis yang sibuk memainkan ponsel, Bu Nirmala tetap hangat seperti dulu. Dia menghidangkan teh untukku.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN