Aku dan para pengawal membagikan nasi kotak ke anak jalanan, pengemis dan pemulung yang berada di bawah kolong jembatan. Kami makan bersama di sana dengan suka cita dan tawa. Perasaan bad mood yang sedari tadi menerpa mendadak hilang. Tergantikan rasa senang karena bisa meringankan beban orang lain walau hanya dengan sekotak nasi. "Nyonya di sini kotor, apa perlu saya buatkan tenda dan membawa meja makan ke sini?" tanya Hendri, salah satu pengawalku ketika aku akan duduk lesehan seperti yang lain. "Tidak usah, aku sudah biasa duduk seperti ini. Ayo kalian berdua juga duduk dan makan." Walau terlihat risih Hendri dan Petra yang merupakan pengawalku menurut untuk duduk. Dua pria tinggi dengan setelan jas hitam yang tadinya menakutkan kini berubah lebih bersahabat, atau lebih tepatnya d

