Seminggu telah berlalu sejak kejadian di ruang BK, Okis benar-benar mendapat hukuman skorsing. Sejak itu pula dia tidak pulang ke rumah. Awalnya kupikir dia hanya merajuk dan akan pulang jika sudah merasa lebih baik. "Mikirin apa sih, Dek?" tanya Presdir yang berbaring di sampingku. "Bukan apa-apa, ayo tidur, Mas." Aku menyampingkan rambut panjangku sebelum berbaring. Menghadap ke arahnya untuk mengusap rambut pendek Presdir yang lebat. Kebiasaan sebelum tidur. Wajah Presdir sangat mewah dan tampan. Kenapa bisa ada manusia setampan ini? Jantungku masih saja tidak kuat melihat ketampanannya. Dua minggu lebih berada di rumah ini, aktifitasku di komunitas benar-benar terpengaruh. Walau memiliki posisi pendiri akan tetapi sebenarnya mereka tidak membutuhkanku karena memiliki Ji Ho seba

