episode 9

1823 Kata
Di tempat berbeda setelah menerima surat dari Cleo Dayypen. Raja Hiltar dan Raja Namrud bersama pasukannya mulai bergerak menuju kerajaan sarkuella, mereka sengaja berangkat pada waktu malam hari dan menyamar sebagai penduduk biasa untuk mengecoh para prajurit sarkuella yang berjaga di perbatasan dan penduduk sarkuella dengan begitu mereka tidak akan menyadari kalau kerajaan sarkuella akan di serang. "Besok pagi adalah hari terakhir untuk Titan madannsi dan keluarganya," ucap Raja hiltar tersenyum. "Ya Raja hiltar, rasanya aku sudah tidak sabar melihatnya tiada, dengan Cleo Dayypen melenyapkan Titan maka dendam kita akan terbalaskan," ucap Raja Namrud tersenyum. Mereka berdua lalu tertawa bersama. ********** Keesokan harinya Raja hiltar dan Raja Namrud tiba di depan kerajaan Sarkuella, sebelum itu mereka sudah bertemu Cleo Dayypen terlebih dulu. "Seraannggggg!" teriak Raja hiltar dan Namrud bersamaan. Semua pasukan prajurit perang mendobrak pintu gerbang kerajaan sarkuella yang tertutup, semua prajurit sarkuella sangat terkejut dan panik menghadapi serangan dadakan. "Kita di serang, kita di serang!" teriak prajurit sarkuella. Semua prajurit kerajaan sarkuella mencoba menahan gerbang agar pasukan lawan tidak bisa masuk ke dalam kerajaan sarkuella, tetapi karena jumlah pasukan dari kerajaan Hiltar dan Namrud lebih besar akhirnya pintu gerbang itu terbuka, peperangan pun semakin tidak terelakkan. "Zrak, Zrak, Srett, Srett...,". Suara pedang mulai bergesekkan dari kedua belah pihak. Banyak para prajurit sarkuella juga prajurit kerajaan hiltar dan Namrud yang terluka dan tewas di mana-mana. Dari dalam istana Titan madannsi, Robert, dan Viktor terkejut mendapat serangan dadakan dan melihat semua prajurit sarkuella tengah berperang melawan pasukan prajurit hiltar dan Namrud. "Mayka cepat lindungi anak-anak!" perintah Titan. "Ada apa suamiku?". "Kita di serang Raja Namrud dan Raja Hiltar,". "Apa!" Mayka terkejut. "Baiklah suamiku, aku akan membawa anak-anak keluar dari kerajaan ini.” Mayka lalu menitipkan Pangeran kepada Helena, lalu ia pergi ke kamar Reya. "Reya bangun, ayo ikut ibu sayang," ucap Mayka. Mencoba membangunkan Reya, Mayka lalu membuka kain selimut Reya agar ia terbangun. Reya yang masih mengantuk akhirnya perlahan terbangun. Reya lalu menggenggam tangan ibunya lalu mengikuti langkahnya, tetapi saat hendak menuju ke tempat Pangeran dan Helena mereka di hadang oleh para prajurit sarkuella yang berkhianat kepada Titan madannsi. "Kenapa kalian ingin menyerangku? aku adalah Ratu kalian!" teriak Mayka. "Itu dulu Ratu Mayka sekarang tidak lagi, ayo serang!” Seru salah satu prajurit itu. "Reya pergi sembunyi sayang!" perintah Mayka. Reya berlari menjauh saat salah satu prajurit mengejar Reya. Mayka langsung mengeluarkan kekuatan apinya dan bertarung melawan semua prajurit pengkhianat itu. Reya terus berlari lalu diam-diam bersembunyi di dalam lemari sambil menangis ketakutan. *** Sementara itu di saat Titan, Victor, dan Robert ingin masuk ke dalam peperangan membantu prajurit sarkuella tiba-tiba Cleo Dayypen datang dan masuk ke dalam istana. "Kalian mau kemana?" tanya Cleo tersenyum licik "Cleo kerajaan kita serang, ayo kita melawan pasukan perang kerajaan Raja Hiltar dan Namrud," jawab Titan. "Biarkan saja mereka berperang.” "Cleo apa maksudmu?" tanya Titan tidak mengerti. "Titan madannsi, aku sudah muak melihatmu memakai mahkota itu," ucap Cleo Dayypen. "Cleo ada apa? Kenapa kau seperti ini?" tanya Viktor bingung. "Iya Cleo ada apa, bukankah kita adalah panglima perang kerajaan sarkuella sudah seharusnya kita membantu prajurit kita dan melawan mereka," sahut Robert. "Itu dulu Robert sekarang tidak, aku tidak mau menjadi panglima kerajaan sarkuella lagi," ucap Cleo Dayypen tersenyum. "Cleo ada apa denganmu? Apa maksudmu sebenarnya Cleo?" tanya Robert. "Kalian mau tahu kenapa aku seperti ini, itu karena aku menginginkan duduk di sana," jawab Cleo. Menunjuk singgasana besar milik Titan madannsi. "Cleo, jadi maksudmu kau ingin menjadi Raja?" tanya Titan. "Iya Titan dan untuk mencapai tujuanku aku harus melenyapkanmu terlebih dulu," jawab Cleo. "Apa!" Titan terkejut. Iya benar-benar tidak menyangka orang yang selama ini di anggap sahabatnya berniat ingin melenyapkannya. "Kau pasti tidak bersungguh-sungguh kan Cleo," ucap Titan. "Tidak Titan, aku benar-benar ingin melenyapkanmu jadi bersiaplah," ucap Cleo. Cleo Dayypen lalu mulai mengeluarkan kekuatannya dan hendak menyerang Titan. Dari jauh Mayka melihat Cleo yang ingin menyerang Titan, ia langsung berlari menghampiri suaminya. Sementara Reya terus bersembunyi ketakutan di dalam lemari, ia menangis tanpa suara melihat dari balik celah kecil lemari. saat ini Ayah, Ibu dan semua keluarganya tengah di serang oleh Cleo Dayypen orang yang selama ini sudah di anggap sebagai Paman oleh Reya. "Hentikan Cleo, kenapa kau melakukan semua ini, kita bersahabat Cleo!" teriak Titan Madannsi. "Sahabat," Cleo tersenyum sinis. "Aku selama ini berpura-pura menjadi sahabatmu hanya untuk merebut kekuasaanmu Titan Madannsi," ucap Cleo tertawa. "Apa!" teriak Titan. "Kenapa Cleo? Kenapa? setelah kebersamaan kita selama ini kenapa kau tega mengkhianatiku?" tanya Titan lirih. Cleo lalu berjalan mengelilingi Titan. Sangat terlihat sorot mata kebencian di sana untuk Titan. "Kau mau tahu kenapa!" teriak Cleo. "Itu karena aku tidak suka semua orang menyanjungmu dan menghormatimu tidak ada yang peduli denganku, aku ingin menjadi orang paling kuat dan berkuasa di Kerajaan Sarkuella agar tidak ada lagi orang yang akan merendahkanku," ucap Cleo mengungkapkan semuanya. Titan terdiam ia masih tidak percaya kalau Cleo tega menghianatinya hanya demi kekuasaan, semua kenangan Cleo bersama Titan selama ini lenyap sudah. Mata hati Cleo sudah di butakan oleh kekuasaan sampai ia rela menghancurkan persahabatan mereka. "Jangan lakukan ini Cleo, sadarlah!" teriak Titan Madannsi. Cleo tidak memperdulikan perkataan Titan, ia tetap akan menyerang Titan. Titan tidak punya pilihan lain ia harus bertarung melawan sahabatnya sendiri yaitu Cleo Dayypen. "Titan Madannsi, sekarang berakhir sudah kekuasaanmu selama ini terimalah kematianmu!" teriak Cleo Dayypen. Cleo mengeluarkan kekuatannya cahaya hitam, Cleo mengangkat tubuh Titan ke udara lalu menjatuhkan sekuat-kuatnya. Titan terjatuh dan mengeluarkan darah dari dalam mulutnya, tubuhnya kini sangat lemah. "Suamiku!" teriak Mayka. Mayka langsung merangkul tubuh Titan, Mayka terus menangis melihat suaminya yang kini terluka dan tidak berdaya. "Kau benar-benar keterlaluan Cleo!" teriak Mayka murka. "Selama ini suamiku sudah menganggapmu sebagai sahabatnya bahkan ia yang sudah menyelamatkanmu saat kau hampir mati karena di serang oleh Raja Hiltar, apa kau tidak mengingatnya!" teriak Mayka. Cleo Dayypen sangat marah mendengar ucapan Mayka, Cleo lalu menyerang Mayka. ia mulai mengeluarkan kekuatannya lagi, cahaya hitam keluar dari kedua tangan Cleo. Cleo mengarahkan cahaya hitam itu kepada Mayka. Mayka mencoba melawan Cleo dengan kekuatan api yang di milikinya, tangan Mayka mengeluarkan api menahan serangan Cleo. tetapi kekuatan Mayka yang tidak sebanding dengan kekuatan Cleo Dayypen yang sangat kuat, dan dengan mudah Cleo mengalahkan kekuatan api yang di miliki Mayka. Mayka jatuh tersungkur dan ia tidak bisa mengeluarkan kekuatannya lagi. Cleo Dayypen lalu berjalan mendekati Mayka dan ia memegang kedua pipi Mayka. "Kesalahan terbesar suamimu adalah sudah menyelamatkan aku dulu juga menjadikanku sahabatnya, dan sekarang aku akan segera melenyapkanmu," ucap Cleo. "Jangan Cleo, jangan sakiti Mayka," ucap Titan lirih sambil menahan sakit di tubuhnya. "Maafkan aku Titan, tapi sepertinya kau harus kehilangan istri tercintamu ini," Cleo tersenyum licik. Cleo melepaskan tangannya dari pipi Mayka, lalu mengeluarkan tenaga dalamnya dan memukul Mayka. "Bugh,". Mayka seketika pingsan. "Mayka...!" Teriak Titan. Titan menangis melihat Mayka, Titan dan Cleo berpikir Mayka sudah tiada. Cleo lalu berjalan menghampiri Viktor dan Demina untuk menyerangnya juga. Viktor yang sejak tadi diam akhirnya marah besar atas semua perbuatan Cleo. "Cleo, hentikan semua ini!" teriak Viktor. Cleo tidak bergeming ia terus berjalan mendekati Viktor dan Demina. "Jangan Cleo, lepaskan ayah dan ibuku mereka tidak bersalah," ucap Titan lirih. Cleo Dayypen tertawa melihat Titan yang memohon padannya, Demina berusaha untuk membujuk Cleo agar ia menghentikan semua ini. "Jangan Cleo, kami semua menyangyangimu,"ucap Demina. "Iya Ibu Demina, aku juga menyayangimu tapi aku harus melenyapkan semua keluarga dan keturunan madannsi, aku tidak ingin ada keluarga madannsi di kerajaanku," ucap Cleo tersenyum sinis. "Kau sangat keterlaluan Cleo, dasar kau tidak tahu diri," ucap Viktor mengeluarkan amarahnya. "Sabar ayah, lebih baik ayah simpan kemarahan ayah karena sebentar lagi aku akan membuat ayah tidur tenang," ucap Cleo tertawa. Viktor sangat marah mendengar perkataan Cleo Dayypen, Viktor lalu menyerang Cleo terlebih dahulu tetapi Cleo berhasil menghindar. Cleo membalas serangan Viktor, Cleo mengeluarkan kekuatannya hitamnya lalu menyerang Viktor dan Demina, Cleo menggerakkan dua pedang membuat pedang itu melayang di udara menuju Viktor dan Demina. Viktor dan Demina mengeluarkan kekuatan Angin yang mereka miliki untuk bertahan tetapi mereka tidak mampu menahan serangan dari Cleo dan akhirnya pedang itu menusuk tubuh Victor dan Demina sehingga mereka seketika tewas. "Ayah, Ibu!" teriak Titan menangis. Dalam keadaan lemah Titan bangun dan mengerahkan seluruh kekuatannya untuk membalas Cleo Dayypen. "Aaaahhhhhh!" teriak Titan murka. Titan mengeluarkan pedang petir miliknya dan bertarung melawan Cleo Dayypen. pertarungan mereka sangat sengit. Titan mengarahkan pedangnya ke tubuh Cleo tetapi Cleo berhasil mengelak, Cleo kemudian membalas serangan Titan tetapi Titan juga berhasil mengelaknya. Titan kembali menyerang Cleo berkat kemampuan bela dirinya Titan berhasil melukai tubuh Cleo. Cleo sangat marah karena Titan berhasil melukainya, Cleo Dayypen lalu mengeluarkan Batu hitam yang ia dapatkan saat bertapa di dalam gunung berapi dari dalam tubuhnya, Batu yang memiliki kekuatan sangat sakti. "Dengan Batu Hitam ini, aku akan melenyapkanmu Titan," teriak Cleo tertawa. "Kau pikir aku takut Cleo, meskipun mengorbankan nyawaku aku akan tetap melawanmu," ucap Titan. Cleo Dayypen menyerang Titan dengan batu hitam itu, Titan berusaha untuk bertahan dengan kekuatan dari pedang petirnya. terlihat cahaya yang saling bertemu cahaya hitam dari batu itu dan cahaya merah dari pedang petir, Titan mulai kelelahan menahan serangan Cleo. karena kekuatan Batu itu sangat kuat, sehingga Batu itu akhirnya menembus jantung Titan sehingga Titan tewas. "Ha, ha,ha,ha akhirnya aku bisa melenyapkanmu Titan Madannsi dan sekarang akulah penguasa di Kerajaan Sarkuella!" Teriak Cleo Dayypen. Reya terus menangis, ia yang masih kecil harus menyaksikan kejadian yang sangat mengerikan yang menimpa keluarganya. Sementara itu diam-diam Robert dan Helena melarikan diri sambil menggendong adik Reya yang masih Bayi saat Cleo sedang bertarung melawan Viktor dan Demina. Tetapi para prajurit penghianat sarkuella melihat Robert dan Helena yang keluar dari kerajaan sarkuella kemudian mereka terus mengejarnya. Robert dan Helena lalu bersembunyi di rumah salah satu penduduk sarkuella. Semua penduduk sarkuella baru mengetahui kalau saat ini kerajaan sarkuella tengah di serang Raja Hiltar dan Namrud. Tetapi tidak berapa lama para prajurit Cleo Dayypen menemukan tempat persembunyian Robert dan Helena, lalu mereka menangkap dan menyeret Robert dan Helena. Kemudian membawanya ke hadapan Cleo Dayypen. Cleo menatap tajam kepada Robert dan Helena. "Lepaskan, lepaskan kami!" teriak Helena. "Percuma saja kalian lari, kalian tetap tidak akan bisa selamat dariku," ucap Cleo tertawa. "Tolong lepaskan kami Cleo, maafkanlah kami jika kami berbuat salah tapi tolong jangan bunuh bayi ini biarkan dia hidup," ucap Helena memohon. "Tidak ada yang bisa selamat, semua keluarga dan keturunan madannsi harus tiada di tanganku!" teriak Cleo. "Kau benar-benar kejam Cleo, suatu hari nanti kau juga akan tiada di tangan keluarga madannsi!" teriak Helena. Cleo Dayypen sangat marah mendengar perkataan Helena yang mengutuknya, Ia lalu kembali mengeluarkan kekuatan hitamnya dari kedua tangannya. Cleo lalu menggerakkan sebuah Batu besar dan mengarahkannya ke Robert dan Helena. Robert dan Helena sangat takut karena saat ini kekuatan Cleo sangat kuat. Cleo lalu menghantamkan batu itu ke arah Robert dan Helena. Robert dan Helena berusaha menahan batu besar itu dengan kekuatan air yang di mereka miliki tetapi mereka tidak bisa menahannya terlalu lama, sampai akhirnya Batu itu menghantam tubuh Robert dan Helena sampai mereka tewas bersama adik Reya yang masih Bayi.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN